Kepolisian Diduga Salah Menerapkan Hukum Pada Wartawan Gencar Drajot

BAUBAU, SULAWESI TENGGARA, sulawesi.mediapatriot.co.id_Ditetapkannya wartawan dan pemilik media koranindigo.online , Gencar Djarot, sebagai tersangka oleh Kepolisian Resor (Polres) Parigi Moutong (Parimo), mendapatkan simpati dari berbagai pihak.

Pengacara Publik Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Buton Raya, Dedi Ferianto, SH, dari Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), turut angkat bicara terkait persoalan tersebut.

Dedi mengungkapkan bahwa Polres Parimo diduga salah menggunakan penerapan hukum terhadap kasus yang minimpa wartawan Gencar Djarot.

Dedi menyampaikan Undang-undang (UU) Pers bersifat khusus, maka berlaku asas hukum “Lex Speciali Derogat Legi Generali”. UU yang bersifat khusus mengenyampingkan UU yang bersifat umum.

Lebih lanjut Dedi menjelaskan berdasarkan aturan penyelesaian kasus jurnalistik harus terlebih dahulu melalui mekanisme Dewan Pers. Apalagi diketahui Polri dan Dewan Pers telah memiliki nota kesepahaman.

“Sehingga menurut saya kepolisian tidak bisa serta-merta langsung menerapkan pasal-pasal pidana umum dalam kasus jurnalistik seperti ini tanpa terlebih dahulu melalui mekanisme UU Pers,” jelasnya via Whatsap, Kamis (18/07)

Selain itu, Dedi juga menegaskan perilaku Polri ini terkait penetapan tersangka terhadap wartawan Gencar Djarot dinilai menciderai kebebasan berpendapat dan berdemokrasi di negeri ini. Karena peran pers lah demokrasi dapat berjalan dengan sehat.

“Polisi terlalu gegabah sehingga mengabaikan begitu saja petaturan yang lain,” tandasnya.(dewi/adm)

Sumber: tribunbuton.com

Related posts

Leave a Comment