Jadi Nara Sumber The 1’st ICNPH 2019, Bupati Banggai Paparkan Program Inovasi Stunting

MAKASSAR, SULAWESI SELATAN, sulawesi.mediapatriot.co.id_Program inovasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banggai, Program Manajemen Stunting, berhasil menyita perhatian publik, baik nasional maupun internasional. Program ini mengundang banyak pihak menggelar kaji banding didaerah Kabupaten Banggai.

Tak hanya kaji banding, manajemen program Inovasi Posyandu Prakonsepsi tersebut dijadikan salah satu materi pada seminar-seminar berskala nasional dan internasional. Salah satunya pada Konferensi Internasional tentang Nutrisi dan Kesehatan Masyarakat, The 1’st Internasional Conference on Nutrition and Publik Health (ICNPH) 2019.

Pada The 1’st ICNPH 2019 yang dilaksanakan Departemen Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), ini Bupati Banggai, DR (Cand) Ir. H. Herwin Yatim, MM, didaulat menjadi salah satu nara sumber, mewakili seluruh Kabupaten di indonesia.

Selain Bupati Banggai, Konferensi yang digelar di Hotel Clarion, Kota Makassar, Sulsel, tersebut menghadirkan nara sumber dari berbagai negara, yakni Dr. Neils E. Forsberg Global Nutrition Empowerment (USA); Prof. Geoffrey Marks,M.Sc,Ph.D, dari University of Quensland Australia; Kristen Hurley, MPH, Ph.D, Direktur Vitamin Angles/John Hopkins University (USA); Dr. Marie Long, MD, Global Nutrition Empowerment (USA); Prof. DR. dr. Abdul Razak Thaha,M.Sc, Guru Besar Unhas, dan Prof Soekirman, Ph.D, Indonesian Coalition Fortification.

Dalam kesempatan ini, Bupati Banggai menyampaikan materi tentang Pencegahan dan Penanganan Stunting di Kabupaten Banggai melalui Program inovasi Posyandu Prakonsepsi.

Bupati memberikan gambaran tentang bagaimana kebijakan, perencanaan anggaran, dan produk hukum yang dibuat oleh Pemkab Banggai dalam mendukung program yang masuk dalam 99 TOP Inovasi 2019 tersebut.

Bupati menegaskan bahwa hal penting yang dibutuhkan dalam menjalankan program inovasi tersebut adalah komitmen kuat dan dukungan penuh lintas sektoral, camat, Kepala Puskesmas, KUA, Kepala Desa, Bidan/tenaga kesehatan di desa dan anggota penggerak PKK.

Selain itu, Bupati juga menyampaikan dalam pencegahan dan penanganan stunting Pemkab Banggai, melalui Dinas Kesehatan membuat program Inovasi “Posyandu Prakonsepsi”, yaitu rangkaian dari program penyelamatan 1000 hari pertama kehidupan (HPK) sehingga dampaknya diharapkan akan berkelanjutan pada kesehatan ibu hamil sampai anaknya berumur 2 tahun (Baduta).

Diakhir pemaparannya, Bupati Banggai menyampaikan “Kami berharap ditahun 2022 angka stunting di Kabupaten Banggai bisa berkurang secara signifikan dan Kabupaten Banggai memiliki dunia baru tanpa stunting. Dimasa depan tak ada stunting di Kabupaten Banggai”.(dewi/adm)

Related posts

Leave a Comment